Keheningan yang Berbicara

679
Keheningan yang Berbicara

Saya duduk di tribun Stadion Brampton pada 23 Juni, hujan ringan menempel di jas saya saat peluit panjang dibunyikan: 0-1. Tidak ada sorak. Tidak ada nyanyian. Hanya napas—perlah, sengaja—seolah seluruh penonton lupa cara merayakan. Black Nou tidak menang dengan keributan; mereka menang dengan keheningan. Dua bulan kemudian melawan Map托rail, hasilnya 0-0. Lagi-lagi, tak ada kembang api. Lagi-lagi, tak ada pahlawan. Hanya dua tim berputar seperti hantu di lapangan yang menolak menjadi sesuatu yang lebih keras dari kenangan. Jam wasit berdetak pukul 14:39; jam tak punya pemenang—but kita semua tahu maknanya. Ini bukan soal taktik atau statistik—ini tentang kehadiran dalam ketiadaan. Black Nou tidak butuh suporter berisik untuk bermakna—they adalah mereka yang ingat apa arti sepak bola ketika penonton pergi.

rain_on_the_arsenal_grass

Suka94.96K Penggemar4.76K