Diamnya Pertandingan Bola

Diamnya Pertandingan Bola

Diam di Antara Gawang

Saya ingat duduk sendirian di bangku basah saat babak ke-12, 2025—hujan mengetuk deret kursi seperti puisi lama. Peluit akhir tak berteriak; ia menghela. Imbang 1-1 bukan kekalahan—ia adalah napas. Dua tim memberikan segalanya, dan masih meninggalkan sesuatu.

Stadion yang Tak Terlihat

Ini bukan sekadar pertandingan di ESPN. Ini adalah kuil kesendirian. Pada pukul 23:54:41, 20 Juni, saat satu gol tanpa sorak sorai—hanya seorang perempuan dalam jas hujan yang merekam diam—karena ini bukan soal menang, tapi soal makna di tribun kosong.

Ritme Imbang

Tiga puluh empat pertandingan berakhir imbang—puisi statistik yang ditulis dengan keringat dan hujan. Boa Tá vs Cricium? 1-1. Ferro Víaria vs Pekerja Kereta? 0-0. Ini bukan hasil seri—ini jeda antara napas.

Apa artinya ketika Anda menunggu tim di bawah langit abu tanpa sorak? Ketika skor membaca ‘0’ alih-alih ‘3’? Artinya Anda tetap mencintainya—bukan untuk menang—but untuk ritus.

rain_on_the_arsenal_grass

Suka94.96K Penggemar4.76K